Jumat, 23 September 2011

Sejarah Singkat UNIS Tangerang



Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang adalah Perguruan Tinggi pertama yang didirikan di Tangerang, merupakan pelopor pendidikan tinggi untuk daerah ini. Adapun Nama Syekh Yusuf yang diabadikan menjadi nama Universitas, secara singkat riwayat sebagai berikut:

Syekh Yusuf adalah seorang ulama, sekaligus seorang pejuang dan pahlawan nasional. Lahir tanggal 3 Juli 1626 di Lakiung Makasar. Bapaknya Bernama Sultan Alaudin Raja Gowa ke 14 (1593-1693). Sedang ibunya bernama Siti Aminah, Puteri seorang Lurah. Pada usia 18 tahun Syekh Yusuf meninggalkan kerajaan Gowa menuju Banten. Setelah menetap di Banten selama 5 Tahun, Beliau perhi ke negeri Yaman untuk menuntut Ilmu Tarekat kepada Syekh-Abi Abdullah. Sebagai seorang pemuda yang haus ilmu, Syekh Yusuf kemudian melanjutkan studinya dibeberapa kota di negeri Arab, kurang lebih selama 15 Tahun. Selama dalam perantauan tersebut nama Syekh Yusuf tekenal sebagai ulama yang sangat bijak.

Kemashuran nama Syekh Yusuf diketahui oleh sultan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa. Pada Tahun 1664 Syekh Yusuf dipanggil oleh Sultan Ageng Tirtayasa untuk mengajar putera-puteri Sultan di Banten. Syekh Yusuf kemudian kawin dengan puteri Sultan Ageng Tirtayasa yang bernama Syarifah. Pada tahun 1682 Belanda menyerbu Banten. Waktu itu Syekh Yusuf diangkat menjadi adipati. Ketika Sultan Banten ditangkap oleh Belanda pada tahun 1680 , perjuangan melawan Belanda pun diteruskan dan dipimpin langsung oleh Syekh Yusuf. Semangat kepahlawanan dan kegigihan Syekh Yusuf sangat ditakuti oleh Belanda. Meski begit Belanda terus berusaha untuk menangkap Syekh Yusuf.

Pertempuran antara Syekh Yusuf dengan pasukan penjajah Belanda yang cukup besar dan bersejarah terjadi di Muara Sungai Citanduy. Waktu itu, seorang tentara Belanda, Van Happel, menyamar menjadi seorang Arab yang membawa lari puteri Syekh Yusuf yang bernama Asma dan menjadikannya sebagai sandera. Melalui puterinya yang menjadi itu. Melanda mengetahui tempat persembunyian Syekh Yusuf, sehingga terjadilah perlawanan sengit yang akhirnya karena kekuatan tidak sebanding terpaksa Syekh Yusuf menyerah pada tanggal 1683. Syekh Yusuf dibuang ke Seylon (Sri Langka) bersama anggota keluarga dan pengikutnya. Ditempat pembuangan Syekh Yusuf terus berjuang mengembangkan syiar agama islam dan menentang penjajahan Belanda.

Tahun 1694 Syekh Yusuf dipindahkan ke Afrika Selatan bersama 49 anggota keluarga dan pengikutnya. Syekh Yusuf wafat di Afrika Selatan pada tahun 1699. Jenazahnya dimakamkan di Afrika Selatan , tetapi kemudian dipindahkan kerangkanya ke makasar dan dimakamkan di daerah kelahirannya, di Desa Lakiung Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Itulah sekilah sejarah perjuangan Syekh Yusuf.

Situasi Tangerang pada tahun 1966 demikian bergolak dengan dengan adanya pemberontakan G 30S/PKI. Pada waktu itu, kekuatan sosial yang ada di Tangerang khususnya yang mereka yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pelajar yang dikordinir oleh Himpunan Warga Mahasiswa Tangerang (HIWAMATA) bersama-sama kekuatan ABRI dan masyarakat yang ada di Tangerang bersama-sama bahu membahu membantu menumpas sisa-sisa pemberontakan tersebut sehingga stuasi Tangerang tetap aman dan kondusif.

Pada watu itu, Tangerang bidang pendidikan masih sangat memperihatinkan. Janganpun mempunyai perguruan tinggi, sekolah menengah pertama pun baru ada pada tahun 1951 dengan didirikannya SMP Mardi Siswa yang merupakan cikal bakal berdirinya SMP Negeri 1 Tangerang. Walaupun sebelumnya pernah ada gagasan dari para alumni Akademi Militer Tangerang untuk mendirikan Perguruan Tinggi namun tidak sempat terealisasi.

Dalam kondisi semacam itu, para pemuda Tangerang yang akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi mengalami kesulitan karena harus pergi ke kota besar diluar Tangerang yang tentu saja memerlukan biaya besar.

Dengan ;atar belakang tersebut dan didorong dengan semangat patriotik, para pemuda yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa(KAMI) pu tergugah dan akhirnya berupaya mencoba menggoreskan pena untuk mengukir sejarah baru bagi kabupaten Tangerang, yaitu dengan merintis berdirinya sebuah perguruan tinggi yang pertama dalam sejarah Tanngerang.

Gagasan berdirinya perguruan tinggi di Tangerang dicetuskan dan diprakarsai oleh mahasiswa yang kuliah di Jakarta ialah :Muh. Astary, M. Thamrin HR dan M.Sanny Iskandar.

Pada Tanggal 13 Maret 1966, dibentuklah Panitia Persiapan Pendirian Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang Cabang Tangerang, dengan susunan panitia sebagai berikut:

Ketua                  : H. Abdullah Segaf
Wakil Ketua        : H. Somawinata
Sekretaris            : Muh Astary
Wakil Sekretaris  : M. Thamrin HR. Sm. HK
Anggota              : 1. Machlan
                             2. H.A Sadeli
                             3. M. Sanny Iskandar

Dengan kerja keras, panitia mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mendirikan universitas yang pertama di Tangerang. Alhamdulillah dengan ridho Allah SWT. Universitas Islam Syekh Yusuf Cabang Tangerang berdiri pada tanggal 14 April 1966 berdasarkan surat keputusan yayasan UNIS Tangerang Jakarta Nomor 290-UNIS-XXVII-KPTS-1966 dengan susunan Sebagai berikut:
Pelindung       : Panca Tunggal
Ketua Umum : Mayor TNI-ADE Mugni
Ketua I          : Drs. Kama Suwanda
Ketua II         : A. Thabrani
Ketua III        : H..M Sjafe'i
Ketua IV        : H. Abdullah Segaf
Sekretaris I    : Mas Hasan Djakaria
Sekretaris II   : Muh Astary
Bendahara I   : A. Sunendi
Bendahara II  : A. Sya'dunny
Seksi Usaha   : 1. H. A. Sadeli
                        2. Abdullah Asep
Anggota         : 1. M. Ma'sum S.Salim
                        2. Kusuma Atmasasmita
                        3. Shohib Abdul Aziz
                        4. M.A. Thohirudin
                        5. Arieh  Suhaemi
                        6. A. Mukri Rachiem
                        7. R. Aboebakar Saleh
                        8. H. Somawinata
                        9. H. Abdullah Amin
                       10. M. Thamrin HR. Sm. Hk

Pada tanggal 10 Nopember 1966, UNIS Tangerang memulai perkuliahannya yang pertama diresmikan oleh Bupati Kabupaten Tangerang H.E Muhdi dengan mebuka satu Fakultas yaitu HESP (Hukum, Ekonomi, Sosial  Politik) dengan susunan pengurusnya sebagai berikut:
Dekan                           : Drs. Karna Suwanda
Ketua Jurusan                : Salim Dafara
Ketua Jurusan Ekonomi : Drs. Mochrod
Ketua Jurusan Sospo     : Barli Djajadikarga, BA

Gedung UNIS yang Pertama pemberian dari Pemerintah kabupaten, ialah gedung eks SMA Baperki di Babakan Ledeng UNIS yang sekarang digunakan oleh SLTPN 17 Tangerang.
Mahasiswa pertama masuk UNIS Tangerang berjumlah 219 terdiri dari 139 orang jrusan hukum, 46 jurusan ekonomi dan 34 jurusan sosial politik.
Setahun setelah menempati Gedung pertama itu gedung perkuliahan dipindahkan ke gedung eks SD Baperki yang sekarang dipergunakan SD dan SMP Syekh Yusuf. Gedunf ini juga pemberian Pemerintah Kabupaten Tangerang terletak dijalan saham, yang selanjutnya sebagai penghargaan kepada UNIS oleh Pemerintah daerah jalan tersebut diganti namanya dengan nama jalan Syekh Yusuf. Pada tahun 1970 Fakultas HESP dikembangkan menjadi tiga fakultas sebagai berikut:

  1. Fakultas Hukum
  2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan
  3. Fakultas Ushuludin sebagai pengganti Fakultas Ekonomi. 
Sedangkan susunan pengurusnya adalah sebagai berikut:
Rektor                               : Drs Hamzah Ya'qub
Dekan Fakultas Hukum      : Ahmad Alwi SH
Dekan FISIP                     : Drs. Supriono
Dekan Fakultas Ushuludin  : KH, Amir Nasir

Dengan terbitnya peraturan yang tidak membenarkankelas jauh bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) maka pada 4 September 1975, UNIS Tangerang melepaskan diri dari induknya UNIS Jakarta berdasarkan Piagam Pelepasan Nomor 123/UNIS-IX/75 dan berada dibawah binaan yayasan UNIS Tangerang. Sejak itu UNIS Tangerang terdaftar di kopertis wilayah III (Sekarang kopertis wilayah IV) Jawa Barat di Bandung yang terdiri dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum dan Fakultas Teknologi Tekstil sedangkan Fakultas Ushuluddin terdaftar di Kopertis Wilayah I Jakarta.

Tahun 1979, UNIS Tangerang dikembangkan dengan membuka satu fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan administrasi Supervisi Pendidikan (Adsup), Sedangkan jurusan pendidikan dunia usaha pada fakultas ini dibuka pada tahun akademik 1981,1982.

Tumbuh dan berkembangnya UNIS Tangerang tidak terlepas dari perharian Pemda dan masyarakat pad aumumnya. Hal ini terbukti bahwa sejak berdirinya, UNIS Tangerang senantiasa mendapat bantuan dari aparat Pemda, baik selaku pribadi maupun secara kedinasan, juga dari para pengusaha yang bermukim diwilayah tangerang. Pada tahun 1980 UNIS Tangerang bekerja sama dengan APSyFI dan Pemda yang memulai pembangunan kampus baru dijalan Harapan II (Sekarang Jalan Maulana)  diatas atanah1,2 H. keseluruhan biaya pembangunan tersebut ditanggung oleh pihak APSyFI sedangkan tanahnya disediakan Pemerintah Daerah.

Tanggal 8 Febuari 1982 merupakan hari yang bersejarah bagi UNIS Tangerang. Pada hari itu UNIS Tangerang menempati kampus baru dijalan Harapan II. Sebelum menempati kampus ini, UNIS Tangerang berkampus di Jalan Syekh Yusuf (sekarang Syekh Yusuf) yang saat dipakai untuk SD dan SMP Syekh Yusuf. Perpindahan ini membawa hikmah dan kemajuan yang besar bagi perkembangan UNIS Tangerang, sebab selain tempat yang cocok untuk kegiatan proses belajar mengajar karena jauh dari kebisingan kota, juga cocok tanah dan pengembangan gedung perkuliahan masih tersedia cukup luas sehingga pada tahun 1985 UNIS Tangerang berhasil merampungkan pembangunan gedung III yang dananya bersumber dari bantuan konsentrasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Swadaya UNIS sendiri.

Pembangunan prasarana fisik untuk menunjang proses belajar mengajar di UNIS Tangerang berlangsung terus; hingga yang terakhir diresmikanpembangunan gedung IV (lantai II) bersamaan dengan Dies Natalis ke 28 , tepatnya pada tanggal 14 April 1994. Pembangunan gedung ini pun tidak lepas dari bantuan para pengusaha dan masyarakat Tangerang bersama-sama dengan Pemda Kota Tangerang. Saat ini, (mulai tahun 1995/1996) telah dibangungedung Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi yang terdiri dari dua lantai, berdekatan dengan gedung FT yang lama, diperuntukan bagi ruang kuliah, laboratorium dan perkantoran.

Proses dan dinamika pembangunan menuntut peningkatan mutu Sumber Daya Manusia agar memiliki kinerja yang baik yang bercirikan disiplin dan produktif sesuai profesi serta spesialisasi maupun dalam lingkup bertanggung jawab sosial. Hal tersebut pada dasarnya merupakan upaya kongkrit untuk meningkatkan mutu para eksekutif serta tenaga edukatif.

Dalam kaitan ini UNIS Tangerang pada tahun Akademik 2000/2001 membuka Program Pascasarjana (S2) Konsentrasi Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Program ini telah terakreditasi SK Dikti No. 293/KEP/DIKTI/2000 oleh Departemen Pendidikan Nasional.

Tahun Akademik 2002/2003 Program Pascasarjan UNIS Tangerang membuka kembali dua konsentrasi Program Studi yaitu Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu administrasi Pendidikan.

Sarana dan Prasarana pembangunan fisik terus dikembangkan oleh UNIS Tangerang dengan penyelenggaraan Lustrum VII pada tanggal 14 April 2001 diresmikan oleh Bapak Walikota Tangerang Pembangunan Masjid Al-Muzakkirin Kampus UNIS Tangerang, yang bukan saja merupakan kebanggaan masyarakat kampus, tetapi juga masyarakat Kota Tangerang.

    NO     TAHUN            REKTOR

  1. 1966-1967          Drs. Karna Suwanda
  2. 1967-1971          Drs Hamzah Ya'qub*
  3. 1971-1973          Anwar Ahmad*
  4. 1973-1975          Ir. Ahmad Efendi*
  5. 1976-1977          Drs. H.E Suyatno B.Ac*
  6. 1977-1980          Drs. Barli Djajadikarga (Pjs)
  7. 1980-1985          Drs. Barli Djajadikarga
  8. 1985-1989          Drs. Barli Djajadikarga
  9. 1989-1989          Ir. Salura (Pymt)
  10. 1989-1993          Drs. H. Yusuf Budiana Tanu, SH
  11. 1993-1997          Drs. H. Yusuf Budiana Tanu, SH
  12. 1997-2001          Drs. H. Yusuf Budiana Tanu, SH
  13. 2004-2008          Drs. H. Nana Suryana, MM
  14. 2008-Sekarang    Drs. Mas Iman Kusnandar SH. M.Si
Catatan: *masih merangkap dengan UNIS Pusat Jakarta




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar